H. Marhaban : Idul Adha dan Peran Pelajar dimasa PPKM Darurat
Kami melakukan wawancara melalui virtual dengan H. Marhaban, M.Pd.I terkait Idul Adha dan Peran Pelajar di masa PPKM Darurat saat ini.
1. Terkait dengan adanya Covid-19 di Indonesia pemerintah menetapkan kebijakan
berupa PPKM Darurat di sejumlah wilayah Indonesia, tanpa terkecuali Kota Kudus.
Nah, bagaimana tanggapan bapak terkait kebijakan tersebut?
Berbicara tentang
Covid-19 ini adalah merupakan ujian dari Allah tidak hanya di kudus,
Indonesia bahkan dunia sudah mengalaminya bahkan sudah pada tataran pandemi.
Kita sebagai orang yang beriman tentu pandemi ini di pandang sebagai qadla'
qadarnya Allah, oleh karena itu dalam mensikapi hal ini harus hati-hati jangan
sampai terjeremus pada pola pikir medsos yang selalu menggiring pada keyaqinan
kita supaya tergelincir pada opini dan narasi yang mendangkalkan
keimanan. Jangan sampai goyah sedikitpun dan jangan ikut terpancing
menyalahkan pemerintah atau ulama serta jangan sampai terjerumus pada
opini fitnah memfitnah. Karena kita sebagai orang terpelajar tentu tau bahwa
taat pada pemerintah merupakan kewajiban sebagai orang islam selama perintah
itu tidak melanggar syariat Islam.
2. Kita ketahui bahwa PPKM
Darurat ditetapkan sampai tanggal 20 bertepatan Hari Raya Idul Adha, bahkan
pemerintah menginstruksikan untuk meniadakan sholat Idul Adha di Masjid. Bagaimana tanggapan bapak terkait hal tersebut?
Mengenai PPKM Darurat ini yang di
laksanakan di Jawa dan Bali sejak tanggal 03-20 tentu itu sudah dipertimbangkan
dengan matang dan seksama karena pengalaman kemaren setelah hari Raya Idul
Fitri ternyata banyak yang terpapar covid, sehingga melonjak tinggi sampai
mengkhawatirkan bahkan daerah Jawa dan Bali ini menjadi zona merah, terkhusus
kudus juga memiliki dampak yang luar biasa dan isu nasional bahkan menjadi
perhatian khusus bapak Presiden RI dan Pejabat Tinggi. Satgas Covid Pusat, TNI,
dan Polri terjun langsung untuk menangani penanggulangan Covid-19 di Kudus.
Tentu ini sebagai koco brenggolo bagi kita supaya tidak
terulang lagi setelah di Hari Raya Idul Adha ini. Lebih ironis jika ada opini
publik bahwa PPKM Darurat ini semata-mata karena ada peringatan Hari Besar
Islam ini.
Terkait kebijakan pemerintah
Indonesia tentang penanganan covid-19 yang mengerucut pada keputusan perintah
tentang PPKM Darurat tentu kita harus berfikir jernih dan jujur dalam
menanggapi persoalan ini tanpa tendensi apapun. Memang keputusan perintah
tersebut tidak bisa memuaskan semua pihak dan pasti ada pro dan kontra, tentu
semua punya implikasi bahkan banyak dampak baik dan buruk.
Terlepas dari dampak tersebut tentu pemerintah mengambil keputusan yang terbaik
untuk rakyatnya, apalagi menyangkut kesehatan dan nyawa rakyat. Agama Islam
mengajarkan membolehkan sesuatu yang dilarang dilakukan jika menyangkut mudharat yang
lebih besar terutama nyawa mahluk apalagi nyawa manusia, sesuai dengan kaidah
Ushul Fikih al-dlaruratu tubihu almadzurat yg artinya dlarurat
itu dapat membolehkan semua yg di cegah atau di larang ( Mabadi Awwaliyah
kaidah 15).
3. Usaha apa saja yang bisa
kita lakukan sebagai pelajar untuk mengurangi pelonjakan Covid-19?
Kita sebagai warga negara
Indonesia yg baik tentu bisa membedakan mana yang baik dan buruk apalagi orang
terpelajar yang notabenya membawa bendera NU tentu harus lebih arif dalam
menyikapi situasi seperti ini. Usaha kita sebagai bagian dari masyarakat
indonesia khususnya IPNU-IPPNU tentu ikut mengedukasi masyarakat dengan
pemahaman yang baik dan benar. Pertama, Mendukung dan ikut mensukseskan program
pemerintah. Kedua, Mengikuti aturan pemerintah. Ketiga, Ikut mensosialisakan
program pemerintah 5 M dalam penanganan dan pencegahan serta penanggulangan Covid-19.
Ketiga, Mengajak masyarakat untuk kembali menjalankan perintah Allah dan
menjauhi segala larangan-Nya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dan
selalu berdoa semoga pademi ini segera berakhir sehingga kehidupan bisa kembali
normal. Keempat, Ikut meringankan beban masyarakat terdampak dengan memberi dan
menyalurkan bantuan seperti kemaren dari Lazisnu Kudus.
4. Apa harapan bapak kepada
masyarakat secara umum dan terkhusus bagi pelajar dengan adanya PPKM Darurat
ini?
Mengenai harapan kepada masyarakat
dan khususnya IPNU-IPPNU sebetulnya sama dengan harapan masyarakat pada
umumnya, yakni, Pertama Mengharap kepada seluruh masyarakat supaya sabar dalam
menerima musibah ini. Kedua, Tetap Mematuhi protokol kesehatan dengan benar dan
ketat. Ketiga, Berdo'a agar pandemi ini segera berakhir dengan ibadah sirri.
Keempat, Bahu membahu bersama membantu masyarakat yang terdampak pandemi.
Terakhir, Mengajak seluruh masyarakat supaya tidak terprofokasi dengan berita
yang hoax atau tidak benar.
(Izar/Mila)


Posting Komentar untuk "H. Marhaban : Idul Adha dan Peran Pelajar dimasa PPKM Darurat "